/ Pengobatan Kanker Testis

Pengobatan Kanker Testis

Testis adalah organ seks pria yang berbentuk oval yang berada di dalam skrotum atau kantong kemaluan. Testis memiliki peran penting dalam sistem reproduksi pria, yaitu menghasilkan hormon testosteron dan sperma. Kedua hormon ini memiliki peran yang vital dalam perkembangan dan fungsi seksual seorang pria.

Pengobatan Kanker Testis

Pengobatan Kanker Testis

Pengobatan pada kanker testis bergantung kepada jenisnya, serta tingkat keparahan atau stadium kanker yang dialami oleh pasien. Metode pengobatan pertama yang umumnya diterapkan adalah operasi pengangkatan testis yang terserang kanker atau dikenal dengan istilah orkidektomi.

Setelah operasi pengangkatan testis, pasien mungkin akan disarankan untuk melakukan kemoterapi untuk mematikan sel-sel kanker yang mungkin masih tersisa. Pada kasus tertentu, dokter juga menyarankan pasien melakukan radioterapi jika memang diperlukan. Operasi lanjutan akan diperlukan jika kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening atau ke organ tubuh lainnya.

Berikut ini adalah langkah-langkah pengobatan pada kanker testis:

  1. Orkidektomi. Ini adalah prosedur operasi pengangkatan testis secara keseluruhan untuk mencegah penyebaran kanker. Prosedur ini tidak akan mengganggu kehidupan seksual atau kemampuan seseorang untuk memiliki anak, jika hanya satu testis yang terkena kanker. Jika kedua testis harus diangkat, pasien bisa menyimpan sperma agar tetap bisa memiliki keturunan di kemudian hari.
  2. Terapi pengganti hormon testosteron. Pengangkatan kedua testis bisa menghentikan produksi hormon testosteron. Akibatnya, gairah seksual atau libido menurun dan menyebabkan seseorang kesulitan mempertahankan atau mencapai ereksi. Untuk mengatasi hal ini, pasien akan diberikan terapi pengganti hormon (hormone replacement therapy) berupa hormon testosteron sintetis. Terapi hormon ini bisa menyebabkan efek samping seperti kulit berminyak, jerawat, pembengkakan pada bagian dada (payudara), atau gangguan pola buang air kecil.
  3. Operasi kelenjar getah bening. Kanker testis yang sudah memasuki stadium lanjut dan sudah menyebar hingga kelenjar getah bening di sekitarnya harus ditangani melalui prosedur ini.
  4. Radioterapi. Prosedur ini digunakan untuk menghancurkan sel-sel kanker dengan menggunakan sinar radiasi berenergi tinggi. Teknik ini juga efektif untuk mengobati kanker testis seminoma dan mencegahnya muncul kembali. Efek samping penanganan ini berupa mual, diare, kelelahan, kulit memerah, dan nyeri seperti akibat sengatan matahari.
  5. Kemoterapi. Prosedur ini menggunakan obat-obatan antikanker untuk membunuh sel-sel yang bersifat ganas di dalam tubuh agar tidak berkembang atau muncul kembali. Meski demikian, teknik pengobatan ini juga bisa menyerang sel-sel sehat dan normal tubuh manusia. Pria yang sedang menjalani kemoterapi tidak disarankan untuk menghamili istrinya, sebab obat-obatan kemoterapi bisa merusak sperma dan meningkatkan risiko memiliki anak yang cacat sejak lahir.
  6. Pemeriksaan berkala. Orang yang sembuh dari kanker harus tetap waspada karena kanker tersebut berpotensi datang lagi. Biasanya, kanker muncul kembali dalam kurun waktu dua tahun pertama setelah pengobatan selesai. Pasien disarankan untuk melakukan pemeriksaan dan tes secara teratur untuk mengawasi agar kanker tidak muncul kembali. Tes dan pemeriksaan yang dimaksud adalah pemeriksaan fisik, tes darah, foto Rontgen, dan CT scan.
No related post!

Tinggalkan pesan "Pengobatan Kanker Testis"

Baca Juga×